CARITA KOTA – Pemerintah Kota Ternate melalui Dinas Pendidikan mengambil inisiatif meliburkan aktivitas pembelajaran bagi satuan pendidikan jenjang PAUD, SD, hingga SMP di empat kelurahan terdampak asap, yakni Kulaba, Bula, Tobololo, dan Sulamadaha, Kecamatan Ternate Barat, Kota Ternate.

Kebijakan tersebut diambil menyusul kondisi kualitas udara di wilayah terdampak yang dinilai masih belum membaik akibat asap dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Buku Deru-Deru.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate, Ridwan Ali mengatakan, keputusan meliburkan sekolah dilakukan setelah pihaknya melakukan pemantauan di lapangan serta berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, termasuk Dinas Kesehatan.

“Setelah saya koordinasi dengan Dinas Kesehatan di lapangan, kualitas udara di beberapa kelurahan mulai dari Kulaba, Bula, Tobololo, dan Sulamadaha itu sangat tidak baik untuk kesehatan, terutama anak-anak,” kata Ridwan kepada caritakota.com, Selasa, 6 Oktober 2026.

Menurutnya, kondisi tersebut kemudian dilaporkan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate setelah sebelumnya Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, meminta Dinas Pendidikan melakukan pemantauan langsung dan berkoordinasi dengan dinas terkait.

Berdasarkan hasil pemantauan tersebut, Dinas Pendidikan memutuskan untuk meliburkan aktivitas pembelajaran selama dua hari, yakni mulai Selasa hari ini hingga Rabu, 6-7 Oktober 2026.

“Kita ambil dua hari ini untuk libur. Kita sambil melihat kondisi asap di TPA Buku Deru-Deru. Kalau memang masih berdampak lagi, berarti kita ambil inisiatif lagi untuk meliburkan,” ujarnya.

Ridwan menjelaskan, peliburan tersebut berlaku bagi PAUD dan SD yang berada di empat kelurahan terdampak. Sementara untuk jenjang SMP, terdapat satu sekolah yang menjadi kewenangan Pemerintah Kota Ternate, yakni SMP 2 Muhammadiyah.

Ia menambahkan, kebijakan tersebut telah dikoordinasikan dengan Kepala Satuan Pelayanan Pendidikan Kecamatan Ternate Barat, Buhari, serta telah disampaikan kepada seluruh kepala sekolah pada Senin malam.

“Selama masa peliburan, para guru tetap melaksanakan aktivitas seperti biasa dan melakukan pemantauan terhadap proses pembelajaran siswa melalui komunikasi dengan orang tua dan wali kelas,” kata Ridwan.

Dinas Pendidikan juga mengarahkan agar proses pembelajaran tetap berjalan melalui pembelajaran jarak jauh (PJJ). “Para guru akan memberikan tugas kepada siswa untuk dikerjakan selama berada di rumah dan dikumpulkan melalui wali kelas,” terangnya.

“Kita mengimbau kepada orang tua agar selalu memantau anak-anaknya di rumah dan mengurangi aktivitas di luar rumah. Kalau ada aktivitas di luar, diimbau kalau bisa menggunakan masker,” jelas Ridwan.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk mencegah anak-anak beraktivitas di luar rumah dan terpapar asap yang dapat mengganggu kesehatan.

Ridwan mengatakan, masa peliburan akan dievaluasi berdasarkan perkembangan kondisi udara di wilayah terdampak. Jika asap dari TPA Buku Deru-Deru masih memberikan dampak terhadap kualitas udara, Dinas Pendidikan akan mempertimbangkan perpanjangan masa peliburan.

“Kita lihat kondisi. Kalau memang masih terdampak lagi, berarti kita perpanjang lagi libur untuk jenjang PAUD, SD, dan SMP di empat kelurahan tersebut,” katanya.

Ia berharap upaya Pemerintah Kota Ternate bersama instansi terkait dapat segera mengatasi kebakaran atau kepulan asap di TPA Buku Deru-Deru sehingga aktivitas masyarakat, khususnya kegiatan pendidikan, dapat kembali berjalan normal.

“Harapan kita, Pak Wali Kota, Pak Wakil, dan Pak Sekkot bersama dinas terkait, baik Damkar, DLH, maupun BPBD Kota Ternate, berusaha keras untuk secepatnya melakukan pemadaman di TPA Buku Deru-Deru supaya bisa segera berakhir dan aktivitas masyarakat kembali seperti biasa,” pungkasnya.***