PDAM Ake Gaale Buka Hidran di Takome, Percepat Pemadaman Karhutla
CARITA KOTA – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Ake Gaale bersama Pemerintah Kota Ternate membuka satu titik hidran di Kelurahan Takome, Kecamatan Ternate Barat, Kota Ternate, untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Buku Deru-Deru.
Direktur PDAM Ake Gaale, Firman Mudaffar Sjah, mengatakan hidran tersebut disiapkan untuk mempercepat proses pengisian air bagi armada pemadam yang dikerahkan ke lokasi kebakaran.
Menurut Firman, titik hidran di Takome dipilih karena memiliki debit dan tekanan air yang cukup tinggi, serta lokasinya relatif dekat dengan TPA Buku Deru-Deru.
“Ini kita sediakan satu di lokasi ini (Takome), karena debit airnya tekanannya cukup tinggi. Sehingga bisa mempermudah dan mempercepat pengisian,” kata Firman kepada caritakota.com, Rabu, 7 Oktober 2026.
Ia juga menyebutkan, terdapat titik pengisian air lain yang berada lebih dekat dengan lokasi TPA. Namun, debit air di lokasi tersebut dinilai rendah sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk proses pengisian.
“Ada lokasi yang tepat di depan pembuangan akhir, cuma disitu debit airnya rendah dan butuh waktu terlalu lama,” ujar Firman.
Firman menyebutkan, PDAM Ake Gaale turut memberikan dukungan dalam penanganan Karhutla dengan mengerahkan mobil water cannon, armada pemadam kebakaran (Damkar), serta sejumlah mobil tangki untuk membantu menurunkan sumber api yang masih terbakar di kawasan TPA.
PDAM Ake Gaale, kata Firman, akan terus memberikan dukungan selama masa tanggap darurat yang telah ditetapkan Pemerintah Kota Ternate.
“Kita akan melayani sampai selesainya tanggap darurat yang sudah ditetapkan oleh Bapak Wali Kota,” katanya.
Selain untuk kebutuhan penanganan Karhutla, Firman menyampaikan bahwa titik tersebut juga ke depannya masuk dalam rencana pengembangan pelayanan PDAM dalam jangka panjang.
“Nanti selanjutnya, sesuai dengan program PDAM jangka panjang, salah satu titik kita juga akan dilakukan di sini (Takome),” ujarnya.
Terkait kendala pelayanan distribusi air untuk warga Takome, Firman memastikan dukungan pengisian air pemadaman Karhutla di Takome yang dilakukan saat ini tidak mengganggu pelayanan distribusi air bersih kepada masyarakat di wilayah Ternate Barat.
“Alhamdulillah yang kita lakukan di sini tidak mengganggu pelayanan distribusi air kepada warga di Ternate Barat,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Rizal Marsaoly, mengatakan pembukaan hidran tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat proses pengisian air untuk armada pemadam yang beroperasi di TPA Buku Deru-Deru.
“Tidak lain adalah bagian dari upaya pengisian air itu lebih cepat, mudah dijangkau, dan aksesnya tidak terlalu jauh dari TPA,” kata Rizal saat kunjungan di TPA.
Rizal menyebutkan, hidran tersebut telah dimanfaatkan untuk mengisi armada water cannon yang dikerahkan ke lokasi kebakaran. Ia menilai debit air yang cukup kuat akan membantu mempercepat proses pemadaman.
Pemerintah Kota Ternate, lanjut Rizal, akan memaksimalkan penanganan Karhutla selama masa tanggap darurat selama 14 hari ke depan.
Ia mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi asap dari kebakaran yang berpotensi berdampak terhadap masyarakat di sekitar lokasi TPA.
“Tadi juga Pak Wali menyampaikan kepada saya bahwa langkah-langkah yang kita ambil di posko untuk penanggulangan bencana tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan di TPA ini, paling tidak di masa 14 hari ini kita maksimalkan,” ujarnya.
Rizal menambahkan, apabila dalam masa tanggap darurat tersebut kebakaran belum sepenuhnya tertangani, pemerintah akan mempertimbangkan perpanjangan masa tanggap darurat hingga kondisi di lokasi benar-benar dapat dituntaskan.
Dalam penanganan di lapangan, Pemerintah Kota Ternate juga melibatkan unsur TNI dan Polri. Rizal menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres dan Brimob yang turut mengerahkan armada serta personel untuk membantu proses pemadaman.
“TNI Polri juga sudah ada. Jadi pelibatan TNI dan Polri hari ini di lapangan adalah membantu tim dari pemerintah kota untuk melakukan pemadaman di lapangan,” katanya.
Menurut Rizal, personel gabungan turut membantu berbagai pekerjaan di lapangan, mulai dari menarik selang hingga membantu proses pengurukan di sekitar lokasi kebakaran.
“Sehingga kerja sama ini, kolaborasi ini kami berharap apa yang terjadi di TPA bisa segera cepat selesai,” pungkasnya.***





Tinggalkan Balasan