Gubernur Tinjau Kebakaran TPA Takome, Pemadaman Capai 70 Persen, Kapasitas TPA Disorot
CARITA KOTA – Penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kelurahan Takome, Kecamatan Ternate Barat, Kota Ternate telah mencapai sekitar 70 persen. Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama Pemerintah Kota Ternate dan sejumlah instansi terkait terus memperkuat upaya pemadaman untuk mencegah api kembali membesar.
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menyampaikan hal tersebut saat meninjau lokasi kebakaran TPA Takome, Kamis 15 Oktober 2026 Ia menegaskan, sisa titik kebakaran harus ditangani hingga tuntas.
“Kita bersyukur, hari ini kebakarannya sudah teratasi 70 persen. Masih tersisa 30 persen lagi, tetapi ini titik krusial karena harus tuntas 100 persen. Jika tidak tuntas, api bisa membesar lagi,” kata Sherly.
Untuk mempercepat penanganan, saat ini tersedia empat unit ekskavator, masing-masing dua unit dari Pemerintah Kota Ternate dan dua unit dari Kementerian Pekerjaan Umum. Selain itu, lima dump truck milik pemerintah kota dan dua mobil tangki air dari Balai Wilayah Sungai (BWS) turut mendukung pekerjaan di lokasi.
Sherly mengatakan, mulai Jumat 16 Oktober 2026 BWS Maluku Utara akan menambah dua mobil tangki air. Tim geolistrik juga dijadwalkan turun untuk mengidentifikasi sumber air yang berpotensi dijadikan sumur bor sehingga pasokan air lebih dekat dan proses pemadaman dapat dipercepat.
Dukungan lainnya berupa penggantian selang mobil pemadam kebakaran yang rusak serta penambahan nozzle dengan selang panjang agar air dapat menjangkau bagian dalam area kebakaran.
Bantuan juga datang dari sejumlah pihak, di antaranya 200 masker dari Sampoerna, satu unit mobil pemadam kebakaran dari Antam, serta water cannon dari Brimob dan Polres Ternate.
Selain memperkuat peralatan, Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Kesehatan akan menyiagakan petugas untuk menyediakan multivitamin dan oksigen bagi petugas pemadam kebakaran yang bekerja di lokasi.
Sherly mengapresiasi dukungan pemerintah kota, kementerian, instansi teknis, dan pihak swasta dalam penanganan kebakaran tersebut. Ia juga menyebut kebutuhan operasional petugas, termasuk konsumsi, sejauh ini berjalan dengan baik.
Di sisi lain, pemerintah juga merencanakan pembangunan tembok pembatas untuk melindungi masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi TPA. Menurut Sherly, kebutuhan anggaran akan dihitung melalui rencana anggaran biaya (RAB), kemudian pembiayaannya akan dibahas bersama Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Pemerintah Kota Ternate.
Selain penanganan kebakaran, Sherly menyoroti kapasitas TPA Takome yang disebut telah terpakai sekitar 80 persen dari luas lahan 30 hektare. Setiap hari, sekitar 120 ton sampah baru masuk ke lokasi tersebut, dengan sekitar 80 persen di antaranya merupakan sampah organik.
Untuk mengurangi penumpukan, Pemprov Maluku Utara akan berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup, Pemerintah Kota Ternate, dan pihak swasta yang memiliki keahlian di bidang pengelolaan sampah.
Sampah organik tersebut direncanakan diolah menjadi pupuk yang dapat dimanfaatkan petani. Dengan demikian, penumpukan sampah baru diharapkan berkurang dan penanganan dapat difokuskan pada timbunan sampah lama.
“Dengan begitu, kita bisa fokus menyelesaikan sampah lama,” ujar Sherly.
Sekedar diketahui dalam peninjauan tersebut, Gubernur Sherly didampingi Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, serta dihadiri Wali Kota Ternate M Tauhid Soleman, Wakil Wali Kota Ternate Nasri Abubakar, Sekretaris Daerah Kota Ternate Rizal Marsaoly, Kepala BPJN Maluku Utara Abdul Hamid Payapo, Kepala BWS Maluku Utara Budi Prasetyo, Kepala BPBPK Maluku Utara, Kepala Dinas PUPR Malut Risman Iriyanto Djafar, Kadis Perkim Maluku Utara Musyrifah Alhadar, Kepala Dinas Sosial Maluku Utara M Zen Kasim, Kepala PUPR Kota Ternate Rus’an M Nur Taib, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Ternate Musli Muhammad, Kepala BPBD Kota Ternate Tonny Sahrudin Pontoh.***





Tinggalkan Balasan