CARITA KOTA – Kapolda Maluku Utara, Brigjen Pol Arif Budiman, memastikan penyelidikan kasus dugaan pembunuhan yang menewaskan Ali Abas (65) di Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, masih terus berjalan.

Arif mengatakan, penyidik telah melakukan berbagai upaya untuk mengungkap kasus tersebut, termasuk memanfaatkan teknologi pemetaan berbasis satelit guna membantu merekonstruksi peristiwa yang terjadi di lokasi kejadian.

“Kami terus berupaya semaksimal mungkin dengan berbagai cara untuk mengungkap kasus tersebut,” kata Arif.

Menurutnya, kematian Ali Abas terjadi di kawasan perkebunan Desa Banemo, Kecamatan Patani Barat. Kasus tersebut sempat menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, khususnya warga yang beraktivitas di area perkebunan.

Arif mengakui proses penyelidikan masih menghadapi sejumlah kendala. Penyidik, kata dia, kesulitan memperoleh saksi yang mengetahui langsung kejadian serta minimnya barang bukti yang ditemukan di lokasi.

“Memang tidak mudah karena bukti di tempat kejadian perkara dan saksi sangat minim. Tetapi itu tidak membuat kami berhenti. Saat ini sudah dilakukan langkah-langkah pemetaan, termasuk menggunakan satelit untuk memastikan dan merekonstruksi kejadian yang terjadi saat itu,” ujar Kapolda pada Rabu 24 Juni 2026. 

Meski demikian, Polda Maluku Utara berkomitmen menuntaskan penyelidikan dan akan menindaklanjuti setiap informasi yang diperoleh dari masyarakat maupun hasil kerja penyidik di lapangan.

Arif juga mengimbau masyarakat, khususnya warga Desa Banemo dan Desa Sibenpopo, agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi terkait kasus tersebut.

Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak benar berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan memperkeruh situasi di tengah masyarakat.

“Saya berharap masyarakat tidak terpancing dengan isu-isu hoaks yang dapat merugikan kedua belah pihak. Yang jelas, penyelidikan kasus ini terus berjalan dengan berbagai upaya untuk mengungkap pelakunya,” katanya

Hingga kini, Polda Maluku Utara masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak serta data pendukung lainnya untuk mengungkap secara terang peristiwa yang terjadi di wilayah Patani Barat tersebut.***