CARITA KOTA – Indeks Harmoni Indonesia (IHAL) Kota Ternate tahun 2026 mencapai 7,48 dan masuk kategori sangat baik. Harmoni keberagaman menjadi aspek dengan nilai tertinggi, yakni 7,82, disusul harmoni budaya 7,54, harmoni sosial 7,45, dan harmoni ekonomi 7,16.

Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, menyampaikan capaian tersebut saat menghadiri pelantikan Pengurus Ikatan Basudara Maluku (IBM) Provinsi Maluku Utara dan kabupaten/kota periode 2026–2030 di Bela Hotel Ternate, Sabtu malam 17 Oktober 2026.

Tauhid menjelaskan, hasil tersebut berdasarkan survei yang dilaksanakan pada 17 Juni hingga 17 Juli 2026 dengan melibatkan 4.746 responden dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah menengah pertama (SMP) hingga strata tiga (S3).

Menurutnya, nilai IHAL tersebut menggambarkan kemampuan masyarakat Kota Ternate dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman agama, budaya, dan latar belakang sosial.

“Ini menunjukkan bahwa Ternate adalah kota terbuka, yang bisa menerima semua orang untuk tinggal di Ternate. Berdasarkan penilaian survei ini, secara keberagaman kita di Ternate luar biasa,” ujar Tauhid.

Ia mengatakan, keterbukaan terhadap masyarakat dari berbagai daerah telah menjadi bagian dari sejarah panjang Kota Ternate. Sejak dahulu, masyarakat dari berbagai latar belakang datang, menetap, dan turut membangun kehidupan bersama.

Kontribusi tersebut, lanjut Tauhid, terlihat dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari agama, sosial, dan budaya hingga bidang lainnya. Karena itu, ia mengapresiasi seluruh masyarakat yang telah menjadi bagian dari perkembangan Kota Ternate.

“Saya berterima kasih, karena ini akan memperkuat bangunan sosial yang ada di Kota Ternate. Kita tidak bisa maju seperti ini tanpa kontribusi siapa pun yang telah hidup, datang, dan beranak pinak di Kota Ternate,” katanya.

Tauhid berharap, nilai persaudaraan dan keterbukaan yang selama ini terpelihara dapat terus diperkuat untuk mendukung pembangunan daerah.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyampaikan selamat kepada pengurus IBM yang dilantik. Ia berharap organisasi tersebut dapat mempererat persaudaraan masyarakat Maluku yang merantau dan menetap di Maluku Utara, termasuk Kota Ternate.

Sementara itu, Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, yang membuka kegiatan tersebut, menyambut baik kehadiran organisasi paguyuban berbasis suku, etnis, dan kelompok sebagai bagian dari kekayaan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurut Sarbin, penguatan persaudaraan dalam kelompok masyarakat harus menjadi landasan untuk memperkokoh nasionalisme dan merawat keberagaman.

“Kehadiran IBM Malut dan kabupaten/kota menjadi titik temu merawat keberagaman, kebersamaan. Sebuah perbedaan itu menjadi kekuatan untuk maju bersama,” ujarnya.

Sarbin menegaskan, Pemerintah Provinsi Maluku Utara terbuka untuk bermitra dengan berbagai organisasi masyarakat dalam membangun daerah dan menjaga harmoni sosial.

Ia juga berharap Maluku Utara dapat menjadi contoh pembangunan demokrasi yang memberikan kesempatan setara kepada seluruh masyarakat, tanpa membedakan suku, agama, maupun latar belakang etnis.

Pelantikan pengurus IBM tersebut turut dihadiri Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba, Bupati Halmahera Tengah Ikram Malan Sangaji, serta sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Ternate dan Provinsi Maluku Utara.***