CARITA KOTA – Gerakan Membaca 15 Menit resmi di Launching Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Rizal Marsaoly. Kegiatan bertajuk “Rabu Membaca” itu dikemas bersama Rabu Menyapa yang digelar di SMP Negeri 1 Kota Ternate, Rabu, 21 Oktober 2026.

Menurut Rizal, kegiatan ini menjadi satu tuntutan menjalankan amanat Permendiknas untuk meningkatkan kemampuan siswa siswi terhadap literasi dan numerasi.

“Ini penting karena pemerintah melihat bahwa harus ada program-program yang menggerakan siswa untuk mengembalikan minat mereka terhadap membaca dan lain-lain,” kata Rizal kepada caritakota.com, Rabu, 21 Oktober 2026.

Melalui gerakan membaca 15 menit, Rizal berharap para siswa siswi tidak sekadar membaca melainkan melatih mereka untuk bisa menyimpulkan, menganalisa, mengkaji, berpikir kritis, dan mengambil keputusan-keputusan yang tepat.

“Dengan adanya launching tersebut mulai besok 15 menit sebelum mengikuti mata pelajaran itu mereka diwajibkan membaca,” ujarnya.

Rizal juga mengatakan, Launching Rabu Membaca atau gerakan membaca 15 menit mempertegas bahwa semangat Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman dan Wakil Wali Kota Ternate Nasri Abubakar dalam mendorong visi Mandiri dan Berkeadilan untuk peningkatan kualitas pendidikan dan mutu pendidikan di Kota Ternate.

“Sehingga saya sebagai Ketua PGRI juga meng-up, mendorong ini sebagai bagian dari ini sebagai program rutin yang akan dilakukan evaluasi setiap tiga bulan satu kali,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate, Ridwan Ali mengatakan, pelaksanaan Rabu Membaca ini bukan sekadar serimonial, tetap gerakan literasi ini perlu dipertahankan dan giatkan pada satuan pendidikan di Kota Ternate.

Menurutnya, hal tersebut mengingat sesuai Tes Kompetensi Akademik (TKA) siswa secara keseluruhan di Provinsi Maluku Utara tingkat literasi berada pada posisi ketiga, dan khususnya Kota Ternate masih di posisi teratas.

“Itu perlu kita giatkan, kita tingkatkan. Kita harus jadikan literasi itu sebagai jantung di satuan pendidikan. Jadi setiap denyut literasi itu menjadi denyut bagi satuan pendidikan baik guru, para siswa, orang tua, dan pemerintah,” kata Ridwan.

Karena itu, kata dia, Pemerintah akan terus mendorong agar literasi di Kota Ternate dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan.

“Karena kita bicara literasi itu tidak jauh dari numerasi. Jadi kalau sudah membaca literasi secara totalitas, berarti akan juga kita berbicara angka-angka. Kalau berbicara literasi angka-angka, berarti sudah menyangkut numerasi,” ujar Ridwan.

Ridwan memastikan kesiapan para guru hadir untuk mengambil waktu 15 menit dengan membaca sebelum proses pembelajaran dimulai.

“Untuk memastikan hal itu efektif, kita akan melakukan monitoring, ini kita optimalkan kita punya pengawas-pengawas yang ada di sekolah-sekolah. Sehingga Rabu Membaca ini berjalan secara optimal,” tegasnya.

Ridwan menegaskan, setiap sekolah tidak ada alasan karena belum ada perpustakaan atau buku tidak lengkap. Sekarang dengan menggunakan perpustakaan digital pun bisa dilakukan.

“Kalau sekolah yang belum melaksanakan itu, kita tetap akan mendorong untuk itu. Jadi tidak ada alasan untuk perpustakaan belum ada, buku tara lengkap. Sekarang kan bisa bikin perpustakaan digital. Tinggal ada hp mereka bisa membaca,” pungkasnya.***