Buka PPDB, SMPLB Ternate Siap Berikan Inovasi
CARITA KOTA – Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB) Negeri Ternate hingga kini masih membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) bagi lulusan Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) yang ingin melanjutkan pendidikan.
Berbeda dengan mekanisme di sekolah reguler, proses pendaftaran untuk PPDB di SMPLB Ternate sendiri dibuka secara offline dengan mengedepankan koordinasi bersama jenjang SDLB.
Hal tersebut disampaikan Kesiswaan SMPLB Negeri Kota Ternate, Husain Telpon, Senin, 6 Juli 2026. Menurutnya, peserta didik SDLB Negeri Ternate yang akan melanjutkan pendidikan ke SMPLB tidak perlu melakukan pendaftaran ulang karena data mereka telah terintegrasi dan diketahui pihak sekolah.
Meski demikian, Husain menegaskan, pihak sekolah masih tetap membuka kesempatan bagi calon peserta didik baru dari sekolah lain, serta siap menerima dan menindaklanjuti data peserta didik tersebut.
“Untuk siswa SD yang mau dialihkan ke sini belum ada yang mendaftar. Mungkin mereka menunggu sampai tanggal 13 baru mereka mendaftar. Biasanya mereka daftar langsung belajar,” kata Husain kepada caritakota.com, Senin, 6 Juli 2026.
Husain menjelaskan, pola penerimaan siswa di sekolah luar biasa berbeda dengan sekolah umum. Sebagian besar orang tua baru mendaftarkan anaknya ketika tahun ajaran baru telah dimulai.
“Mereka baru akan mendaftar saat aktivitas sekolah sudah jalan, tapi kita tetap terima saja,” ujarnya.
Ia menegaskan, sekolah tetap menerima peserta didik baru meskipun masa pendaftaran resmi telah berakhir, selama sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) masih membuka proses penginputan data siswa.
“Yang penting Dapodik masih dibuka,” jelasnya.
Saat ini, jumlah peserta didik di SMPLB Negeri Ternate tercatat sebanyak 25 orang. Sebelumnya sekolah memiliki 33 siswa, namun 11 siswa telah lulus atau keluar sehingga tersisa 22 siswa. Dengan tambahan tiga calon siswa baru yang telah terdaftar pada SPMB tahun ini, jumlah siswa kembali menjadi 25 orang.
Sementara itu, Kepala SMPLB Negeri Ternate, Fanny, mengatakan pihak sekolah terus menghadirkan inovasi pembelajaran agar peserta didik dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih nyata sesuai kebutuhan mereka.
Menurutnya, meski sekolah tidak memiliki lahan yang luas, pihaknya mengembangkan kebun literasi sebagai media pembelajaran praktik bagi para siswa.
“Kami di SMPLB punya inovasi. Kami memang tidak punya lahan, tapi ada kebun literasi. Bagaimana kami lakukan pembelajaran di kebun literasi. Karena anak-anak kami butuh pembelajaran yang nyata,” pungkasnya.***





Tinggalkan Balasan