IAIN Ternate Didorong Jadi UIN
CARITA KOTA – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate mendorong adanya kebijakan afirmasi kepada Kementerian Agama agar proses alih status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) tetap dapat berjalan meski belum memenuhi syarat minimal jumlah mahasiswa.
Rektor IAIN Ternate, Adnan Mahmud, mengatakan syarat dalam Peraturan Menteri Agama Tahun 2024 yang mewajibkan perguruan tinggi memiliki sedikitnya 4.000 mahasiswa menjadi tantangan bagi IAIN Ternate. Saat ini, jumlah mahasiswa aktif baru mencapai sekitar 3.000 orang.
Menurut Adnan, kondisi tersebut dipengaruhi oleh jumlah penduduk Maluku Utara yang relatif kecil. Dengan populasi sekitar 1,3 juta jiwa dan puluhan perguruan tinggi yang bersaing memperoleh mahasiswa, target 4.000 mahasiswa dinilai sulit dipenuhi.
“Dengan kondisi jumlah penduduk di Maluku Utara, sangat sulit bagi kami memenuhi syarat 4.000 mahasiswa. Karena itu kami mengusulkan adanya afirmasi bagi daerah dengan jumlah penduduk yang terbatas,” kata Adnan kepada caritakita.com, Senin, 6 Juli 2026.
Adnan mengungkapkan usulan tersebut telah dipaparkan Wakil Gubernur Malut, Sarbin Sehe dan Menteri Agama Nasaruddin Umar melalui pidato pada pembukaan Gerakan Literasi Madrasah (Galatama) II di Lapangan Ngara Lamo, Kota Ternate.
Oleh karena itu, Adnan berharap usulan afirmasi bagi daerah dengan jumlah penduduk terbatas menjadi bahan pertimbangan dalam pembahasan alih status IAIN menjadi UIN, termasuk harapan untuk masuk dalam program prioritas Kementerian Agama pada 2026.
“Alhamdulillah, kalau ada pernyataan dari Pak Wakil Gubernur maupun Pak Menteri seperti itu, kami tentu sangat bersyukur. Harapan kami, pada 2026 usulan alih status ini bisa masuk dalam skema yang diajukan Kementerian Agama,” kata Adnan.
Ia menambahkan, keputusan alih status nantinya akan melalui pembahasan lintas kementerian. Karena itu, IAIN Ternate terus mengawal proses tersebut sembari berharap dukungan dari pemerintah pusat dan masyarakat Maluku Utara.
“Kami memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat Maluku Utara. Yang terpenting saat ini adalah respons positif dari Pak Menteri. Selanjutnya proses ini akan dibahas bersama kementerian terkait dan itu yang akan terus kami kawal,” pungkasnya.***





Tinggalkan Balasan