CARITA KOTA – Sebanyak 10 BPBD kabupaten/kota di Maluku Utara dijadwalkan mengikuti Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BPBD Tahun 2026 yang akan digelar pada 4–5 Agustus di Kabupaten Halmahera Utara. Menjelang pelaksanaan, panitia terus mematangkan persiapan guna memastikan forum penguatan sinergi penanggulangan bencana tersebut berjalan lancar dan menghasilkan rekomendasi strategis bagi daerah.

 

Ketua Panitia Rakorda, Febrimulyadi Ibrahim, mengatakan seluruh persiapan berjalan sesuai rencana melalui koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan pihak terkait.

 

“Insya Allah, Rakorda BPBD se-Maluku Utara yang dipusatkan di Kabupaten Halmahera Utara akan dihadiri oleh 10 BPBD kabupaten/kota di Provinsi Maluku Utara. Forum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi, menyamakan persepsi, serta membangun komitmen bersama dalam meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana di daerah,” ujarnya, Kamis 30 Juli 2026.

 

Rakorda mengusung tema “Penguatan Sinergi Penanggulangan Bencana untuk Mewujudkan Maluku Utara Bangkit yang Tangguh, Aman, dan Berkelanjutan.” Kegiatan ini diharapkan menjadi forum strategis untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Maluku Utara dengan pemerintah kabupaten/kota dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana.

 

Menurut Febrimulyadi, Rakorda tidak hanya menjadi forum koordinasi, tetapi juga diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis sebagai pedoman bersama dalam memperkuat tata kelola penanggulangan bencana di Maluku Utara. Rekomendasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta mendorong penyelenggaraan penanggulangan bencana yang lebih efektif, terpadu, dan berkelanjutan.

 

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, khususnya BPBD Halmahera Utara selaku tuan rumah, yang terus berkoordinasi dengan panitia dalam mempersiapkan pelaksanaan Rakorda.

 

Sementara itu, Sekretaris Panitia, Khalida Fitriyani Lestaluhu, mengatakan seluruh persiapan teknis dan administratif terus dimaksimalkan menjelang pelaksanaan kegiatan.

 

“Berbagai persiapan terus kami maksimalkan, mulai dari kesiapan lokasi kegiatan, akomodasi peserta, perlengkapan acara, hingga koordinasi dengan seluruh pihak yang terlibat. Kami optimistis, dengan dukungan semua pihak, Rakorda dapat berlangsung dengan lancar, tertib, dan sukses sesuai dengan tujuan yang diharapkan,” katanya.

 

Melalui Rakorda ini, seluruh BPBD di Maluku Utara diharapkan dapat menyusun langkah-langkah strategis yang adaptif terhadap berbagai potensi ancaman bencana sekaligus memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan guna mewujudkan sistem penanggulangan bencana yang tangguh, aman, dan berkelanjutan.***