CARITA KOTA – Seorang nelayan asal Desa Bido, Kecamatan Batang Dua, Kota Ternate, Esausidemo (57), dilaporkan hilang saat melaut. Hingga Rabu, 8 Juli 2026, korban belum ditemukan meski upaya pencarian telah dilakukan oleh keluarga, nelayan, aparat kepolisian, dan tim Basarnas.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Esau berangkat melaut sekitar pukul 05.00 WIT. Namun, hingga sekitar pukul 09.00 WIT, korban tak kunjung kembali ke darat sebagaimana biasanya. Kondisi tersebut membuat pihak keluarga panik dan segera melakukan pencarian secara mandiri.

Karena hasil pencarian awal belum membuahkan hasil, keluarga kemudian menghubungi Basarnas Kota Ternate untuk meminta bantuan operasi pencarian.
Anggota DPRD Kota Ternate Daerah Pemilihan (Dapil) Batang Dua, Tasman Balak, membenarkan informasi tersebut. Menurutnya, hingga Rabu siang korban masih belum ditemukan.

“Informasi yang diterima korban tidak kembali ke darat. Dicurigai bahwa ini tidak wajar, karena biasanya beliau melaut sendiri dan sekitar pukul 09.00 WIT sudah kembali. Namun kemarin hingga sore belum juga pulang,” kata Tasman saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu, 8 Juli 2026.

Tasman menjelaskan, sejak Selasa sore proses pencarian telah dilakukan oleh keluarga bersama personel Polairud Batang Dua serta nelayan yang berada di wilayah sekitar.

“Sejak sore Polairud di Batang Dua dan nelayan dari Bitung sudah bergerak melakukan pencarian,” ujarnya.
Ia menambahkan, dirinya telah berkoordinasi dengan Basarnas agar operasi pencarian segera diperluas di lokasi yang diduga menjadi titik terakhir korban melaut.

“Hari ini saya bersama Basarnas menggunakan kapal Basarnas menuju lokasi kejadian untuk melakukan pencarian,” katanya.

Sementara itu, keluarga korban, Norfen Konyeye, mengatakan pihak keluarga tidak tinggal diam dan langsung mengerahkan warga menggunakan longboat untuk melakukan pencarian mandiri. Langkah tersebut diambil karena adanya kendala bahan bakar minyak (BBM) yang sempat menghambat keberangkatan awal tim Basarnas pada Selasa sore.

“Kami berinisiatif mencari sendiri karena takut korban terbawa arus semakin jauh. Sampai detik ini kami belum menerima informasi apa pun dari tim yang sedang melakukan pencarian,” ujar Norfen.

Pihak keluarga menduga arus laut telah menyeret perahu yang digunakan Esau hingga keluar dari perairan Ternate. Karena itu, mereka meminta bantuan masyarakat pesisir di wilayah Halmahera Utara, Loloda, hingga Pulau Morotai untuk turut membantu memantau keberadaan korban.

“Kami memohon kepada seluruh warga pesisir di wilayah Halmahera Utara, Loloda hingga Pulau Morotai, apabila melihat atau menemukan keberadaan beliau, mohon segera memberikan pertolongan dan menyampaikan informasi kepada pihak keluarga maupun petugas,” pungkasnya.***